Perjalanan Raja Ampat bersama simPATI dan Nokia Lumia 1020

Hari selasa minggu lalu tanggal 19 November 2013, gw diajak sama simPATI dan Nokia Lumia 1020 untuk berangkat ke Raja Ampat dalam rangka exploring Camera canggihnya Nokia Lumia 1020 yang 41 megapixels dan juga sinyal Telkomsel. Oh iya yang berangkat kurang lebih 30 orang, bersama anak2 TamasyaHati dan juga polimoli.com (minta setoran ah ke om Acel, LOL).
Berangkat dari jakarta (takeoff) jam 1.02 duduk di 21A naik express air dan sampe Sorong sekitar jam 7an pagi, tidur-tidur ayam di pesawat sempat kebangun karena ada turbulance. Dan saat itu gw reflek teriak menyebut laailaha illallah, untung bukan ngomong jorok.
Sampai di Sorong, kami langsung menuju Pasar Remu buat photo hunting. Disini sebenernya sama aja pasarnya jual sayur baju dan juga kelontong, yang membedakan adalah culture dan juga orang-orang jualnya kebanyakn papua dan juga ternyata banyak org bugis dan manado disini.
Selesai hunting foto sekitar jam 10-an kami bergerak menuju restoran dan makan. Makanannya sih enak dan masakannya bukan khas seperti pappeda atau makanan khas dari papua, melainkan makanan nasional, yaah okelah. Habis makan istirahat sejenak untuk lanjut ke pelabuhan dan naik kapal yang kami sewa untuk bergerak ke raja ampat. Saat masuk pelabuhan sayup terdengar suara adzan zuhur, brarti sudah jam 12 waktu setempat.
2 kapal kami naiki, kapalnya bukan nelayan tp kapal penumpang dan yacht… Baru setengah jam perjalanan yacht-nya rusak karena tersangkut sampah, mesinnya yang seharusnya 3, mati 1. dicoba dibenarkan sebentar, dan Alhamdulillah jalan lagi…
Akhirnya tiba di Doberai Eco Resort, di Pulau Urai setelah menempuh 2 jam perjalanan, tempatnya asik kaya rumah panggung di atas laut.. Viewnya keren bangeetss. Gak pake ba bi bu sampe langsung ganti baju dan berenang. Walau karangnya masih dikit, namun experience pertamanya berenang di depan kamar udah luar biasa buat gw..
Bersih2 trus siap untuk makan malam. Makanannya ikan tongkol dan kakap merah yg besar.. Enaakkk… Mantap..
Habis Makan, ada acara perkenalan masing-masing peserta lalu dilanjutkan dengan istirahat untuk siap2 untuk berangkat jam 5 perjalanan bsk.
Jaam 4 sudah bangun, siap-siap untuk beraktifitas seharian di Raja Ampat. Jam 5.30 berangkat ke Saporkren dengan tujuan untuk melihat burung cendrawasih. Sampe di saporkren, kita ketemu sama pawangnya, dan pawangnya langsung ceramah, pak bu, ini harusnya lebih pagi jam 5 teng jalan, takutnya burungnya udah kabur. akhirnya mengikuti pawangnya, jalannya trekking nanjak bengeeek, dan bener setalah keringat bercucur eh ternyata burungnya dah kabur, oke skipp nanti kita liat di taman safari aja yaaaaa. Habis liat burung gagal trus diajak naik naik lagi liat view di sekitaran Saporkren ini.
Setelah turun, kami sempat bermain2 dengan anak2 sekitar, dan setelah puas, siangnya kami pergi lanjut untuk snorkling… Di pinggir2 pantai sayang karangnya banyak mati tapi di tengah2 keren banyak warna-warni karang dan ikan-ikan. Karangnya tajem2-tajem.
Selesai snorkling kami pulang untuk makan siang, dan selanjutnya kami pergi ke desa sawinggrai untuk feeding fish.. Sampe di sawinggrai, memang gak salah, ikannnya gak malu-malu, dikasih makanan apa aja langsung nyamber, abis itu kita juga bisa snorkling di atas karang2 yang berwarna-warni dan ikan juga berwarna-warni serta gak malu-malu. Karena udah sore kami langsung menikmati sunset di tempat ini…
Lanjut balik ke hotel untuk makan malam dan istirahat.
Besoknya kami ke teluk kabui, disana ada yang namanya batu pinsil, berangkatnya santai dan agak siangan, tempatnya persis kaya ha long bay, banyak batu-batu karang yang mencuat ke atas bumi dan keren-keren. Setelah dr batu pinsil kembali makan kemudian siap2 bakti sosial.
Dalam bakti sosial dini kami mengajari anak cuci tangan, sikat gigi dan juga nonton film Garuda di Dadaku. Kenapa filmnya tentang bola, karena anak-anak ini sangat senang dengan sepak bola.
Selesai acara baksos, kami pulang karena hari sudah malam dan esok pagi smuanya bangun jam 5 untuk siap2 ke Wayag untuk melihat pemandangan yang katanya paling keren di Raja Ampat, perjalanannya menempuh hampir 3 jam.
Di jalan kami melewati Teluk Kabui lagi, disana gw melihat laut dalam yang tenang tanpa ombak, yang ketika di fotopun keluar refleksinya.
Sampailah kami di daerah sekitar Wayag. Ternyata gak sembarangan bisa naik ke atas wayag untuk mengambil foto pemandangan, harusnya kami membeli sebuah pin yang harganya 250 per orang. Namun saat ini pin atau gelang sudah tidak berlaku, karena tempat untuk mengambil foto tersebut sudah di block oleh penduduk sekitar yaitu Suku KaWe (bukan original ya 😛). Konon kabarnya kenapa di block, karena dari hasil penjualan pin tersebut Suku KaWe hanya dapat 5000 rupiah saja. Jadi sekarang kami langsung bayar aja ke suku KaWe 250 ribu per orang, dan tentunya ditambah jaminan dari orang local.
Ijin sudah kami dapatkan dan segera naik ke puncak bukit yang terbuat dr karang.. Naiknya…. beughh kaya panjat dinding.. Tapi terbayarkan mulai dari pemandangan setengah jalan…
Dan sampe atas super super kereen…
Setelah selesai jepret sana-sini kami kembali ke tempat kami minta ijin tadi, disana ada pantai yg karangnya keren.. Ada hiu karang dan juga untuk pertama kali gw ngeliat fish schooling… Kereen… Ada juga nemu Ikan Badut (Nemo) hanya dr kedalaman 80 cm… Dan ini hanya di raja ampat.
Pulang dari sini kami berencana mampir ke Desa Bianci yang merupakan desa muslim, untuk mengantarkan bantuan titipan dari Majlis Ta’lim Telkomsel. Di perjalanan agak kurang bersahabat, kapal (yacht) kami mengalami kendala mesin rusak lagi sehingga harus dipaksakan menggunakan 2 mesin saja yg seharusnya 3 mengakibatkan bensin jd boros.
Sampai di Desa Bianci, dan bantuanpun segera diberikan… Langsung pulang…. Eh… baru jalan 20 m, kapal (yacht) -nya udah gak bisa jalan lagi, ternyata  bensinnya abiss.. Jreng2… Akhirnya menggandeng kapal satunya dengan kecepatan yang sangat syahdu…Di tengah laut terombang-ambing akhirnya sampai juga di resort jam 1 malam..
sampe resort langsung mandi dan kelaparan, kami makan dan isitirahat tidur jam 2 malam kurang lebih.
Pagi menjelang, kami bersiap untuk pulang… Kapal yang rusak segera diganti dengan yang jauh lebih bagus, dan kamipun bisa sampai sorong dengan selamat.
Capek memang tidak terkira kalau di pikir, namun pas dijalani, capek tersebut tidak mampir di gw sama sekali..  pengalaman yang kerean… atas bawah Raja Ampat memang luar biasa.
Thanks to Nokia Lumia 1020 & simPATI, all pictures taken from Nokia Lumia 1020.
Spesial untuk Nokia kameranya Lumia 1020 ini ciamikkkkkk….. *kirim invoice hahaahahaha*
Note: semua gambar di atas diambil dari Instagram @podelz ,silahkan di follow dan di like di sana ya… Videonya blm jadi… mohon maaf.
This entry was posted in Gadget, Pelesiran. Bookmark the permalink.

2 Responses to Perjalanan Raja Ampat bersama simPATI dan Nokia Lumia 1020

  1. didut says:

    katanya sih memang keren Lumia 1020 ini karena mampu menyimpan foto dengan ukuran besar 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *